Postingan

Mayat Istri Buronan Kasus Curanmor Ditemukan Tak Utuh, Daging Kepala hingga Perut Habis Dimakan Biawak, Diduga Terpeleset ke Sungai saat Dibawa Kabur Suami

Rekaman Video:
i Info!
Link mengarah ke luar? Kembali (Back) lalu klik ulang link untuk melihat video no sensor

PESISIR SELATAN - Penemuan sesosok mayat perempuan di aliran Sungai Irigasi Batang Tarusan, Nagari Barung Barung Balantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menghebohkan warga setempat, Rabu (4/2) sekitar pukul 16.50 WIB.

Pasalnya, mayat tersebut ditemukan dalam kondisi rusak pada bagian kepala dan badan, serta mengenakan celana jeans berwarna biru. Wajah mayat kondisinya tidak lagi utuh dan tidak bisa lagi dikenali. Diduga, kepala dan wajah mayat habis dimakan biawak.

Tak berselang lama, Polisi dari Polsek Tarusan dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pessel datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, mayat perempuan itu dievakuasi ke RSUD M Zein Painan untuk dilakukan visum.

Usai dilakukan penyelidikan dan proses identifikasi, mayat yang ditemukan itu diketahui bernama Wati Susulawati (36) lahir di Karawang, Jawa Barat (Jabar) pada 26 November 1989. Korban diduga hanyut saat dibawa kabur oleh suaminya yang menjadi buronan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Irfan Chandra mengatakan, peristiwa ini bermula ketika dua warga setempat, Hengki Mario Pander (37) dan Riki (35), tengah mencari batu air di sekitar aliran sungai untuk kemudian dijual. Keduanya berjalan menyusuri tepi sungai hingga perhatian mereka tertuju pada sosok yang tampak terbaring di atas batu.

"Awalnya, saksi mengira orang tersebut sedang tidur. Namun, setelah didekati, keduanya menyadari bahwa sosok tersebut merupakan seorang manusia yang telah meninggal dunia. Kondisi tubuh korban terlihat mengalami kerusakan pada bagian kepala dan badan," kata Iptu Irfan Chandra, Kamis (5/2).

Menyadari temuan tersebut, kata Iptu Irfam, Hengki dan Riki segera melaporkan kejadian itu kepada Pemerintahan Nagari Barung Barung Balantai serta Polsek Koto XI Tarusan. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

"Sekitar pukul 17.20 WIB, personel Polsek Koto XI Tarusan langsung mendatangi lokasi kejadian bersama petugas Puskesmas Barung Barung Balantai. Dengan dibantu masyarakat setempat, proses evakuasi terhadap jasad korban dilakukan," ungkap Iptu Irfan.

Setelah berhasil dievakuasi dari pinggir sungai, jelas Iptu Irfan, jenazah dibawa oleh pihak Puskesmas Barung Barung Balantai ke RSUD M Zein Painan untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.

Hasil penyelidikan sementara, kata Yogie, korban diduga terpeleset di sungai saat dibawa kabur oleh suami sirinya yang merupakan salah satu pelaku curanmor. Sementara kondisi jenazah tidak utuh kemungkinan dimakan biawak.

"Korban kemungkinan terpeleset di dekat sungai karena tidak tahu medan di dalam hutan saat bersama suami sirinya. Jenazah lalu hanyut," katanya.

AKP Yogie menyebutkan, kepolisian mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa suami siri korban telah mendatangi rumah mereka di Karawang. Lalu menceritakan kronologi tersebut.

"Jadi pada tanggal 24 Januari, kami mengungkap kasus curanmor, ada tiga pelaku, dua orang sudah ditangkap, satu lagi merupakan suami siri korban ini," imbuhnya.

"Nah, satu pelaku ini mencoba kabur, tapi sebelumnya dia sempat menjemput istrinya di rumah dan mengajak lari masuk ke dalam hutan. Mereka masuk hutan, menyeberang sungai, kemungkinan istrinya terpeleset dan hanyut," pungkas Yogie. (PosMetroPadang)