Postingan

3 Bulan Menikah dan Sedang Hamil, IRT Muda di Lebong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Luka Gorok di Leher

Rekaman Video:
i Info!
Link mengarah ke luar? Kembali (Back) lalu klik ulang link untuk melihat video no sensor

LEBONG - Baru saja 3 bulan menikah, seorang IRT muda di Lebong ditemukan meninggal dunia. Sadisnya, wanita muda ini ditemukan dengan kondisi lehar yang diduga habis digorok pelaku. Dugaan pembunuhan ini terjadi di Kabupaten Lebong, Kamis 5 Februari 2026. Wanita malang ini ialah Aulia Zarike (18), warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis.

Dia ditemukan sudah terkapar tak bernyawa di kamar rumahnya dengan luka gorok di leher. Korban diketahui baru 3 bulan terakhir menikah dan sedang hamil.

Kapolsek Lebong Utara, Iptu M. Mico menerangkan, kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Hanya saja dirinya belum bisa menyampaikannya lebih jauh terkait dengan dugaan pelaku karena masih dalam tahap penyelidikan.

Namun menurutnya, sejauh ini polisi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memintai keterangan saksi-saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Selain itu korban juga sudah dibawa ke RSUD Lebong untuk dilakukan proses pemeriksaan.

"Sementara ini pelaku masih didalami. Saksi-saksi sudah diperiksa dan sejumlah barang bukti seperti selimut dan pakaian korban sudah diamankan," kata Mico.

Mico mengungkapkan jika Aulia diduga menjadi korban pembunuhan. Selain adanya luka terbuka pada bagian leher korban, kamar tempat korban ditemukan juga dalam kondisi berantakan.

"Dugaan sementara ada tindak pidana pemubunuhan. Karena korban mengalami luka bagian leher. Selain itu di TKP juga kondisinya sedikit berantakan, mungkin ada sedikit perlawanan dari korban. Tapi pastinya kami masih menunggu hasil olah TKP dari Inafis, " singkat Mico.

Sementara itu informasi yang dihimpun, korban merupakan anak tunggal dari pasangan Zamzami dan Titin. Korban merupakan pengantin baru yang diketahui baru tiga bulan menikah dengan suaminya bernama Oga.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ayah kandungnya, Zamzami yang baru pulang dari pasar sekitar pukul 11.00 WIB. Melihat anaknya sudah bersimbah darah, ia seketika langsung memanggil warga lainnya. (RadarKepahiang)